Beberapa Penyebab Mimisan Pada Anak

Seorang anak berusia 8 tahun tiba-tiba hidungnya berdarah atau sering disebut dengan mimisan. Apakah hal tersebut normal ? Ada dokter yang mengatakan jika penyebab dari mimisan yang dialami anak tersebut akibat tipisnya selaput hidung. Nah disini akan diberikan penjelasan tentang penyebab mimisan pada anak dan langkah penangannya.

Keluarnya darah dari lubang hidung atau dikenal oleh orang Indonesia dengan sebutan mimisan itu dapat terjadi pada siapapun dan di usia berapapun tapi peristiwa tersebut lebih sering dialami oleh anak-anak dengan rentang usia 8 hingga 10 tahun. Mimisan sendiri dapat terjadi karena sifat pembuluh darah yang berada di ujung hidung sangat rapuh, tipis dan mudah pecah.

Ada beberapa keadaan khusus yang perlu diperhatikan karena diyakini dapat menyebabkan mimisan khususnya pada anak-anak. Apa saja itu, mari kita bahas dibawah.

  1. Perubahan suhu lingkungan yang tidak stabil kadang panas kadang dingin.
  2. Adanya trauma hidung akibat jatuh, terpukul, membuang ingus dengan cara ditiup dengan kencang dan seringnya mengorek hidung.
  3. Aktifitas anak yang berlebihan sehingga menyebabkan sang anak kelelahan yang cenderung dapat membuat sang anak mimisan.
  4. Stress yang dialami anak akibat dari beberapa faktor seperti orang tua bercerai, faktor perubahan lingkungan, saat baru mulai sekolah, ada orang dekat yang dikenallnya meninggal.
  5. Mimisan juga bisa terjadi ketika hidung dimasuki benda asing seperti mainan atau biji-bijian saat bermain.
  6. Alergi dan flu juga salah satu faktor penyebab sang anak mimisan.

Untuk penanganan saat anak mimisan, tentu tidaklah sulit ketika orang dewasa berada didekatnya. Langkah-langkah berikut ini harus anda lakukan jika kebetulan berada didekat sang anak

  1. Posisikan anak duduk dengan kepala lebih rendah dan hindari bersandar agar darah tidak masuk kedalam saluran pernafasan.
  2. Usahakan tetap tenang dan jangan panik, ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak.
  3. Segera tekan ujung hidung dengan kapas atau tisu agar pendarahan berhenti. Lakukan lebih kurang dalam waktu 5 hingga 10 menit.
  4. Ajak anak untuk bernafas melalui mulut untuk sementara waktu.
  5. Setelah melakukan penekanan pada hidung anak selama 10 menit, coba lihat kembali apakah pendarahan sudah berhenti atau belum. Jika belum maka lanjutkan kembali dengan menekan ujung hidung.

Untuk ciri-ciri atau jenis mimisan yang harus diwaspadai dan memang wajib dibawa ke UGD Rumah Sakit atau dokter bila terjadi seperti dibawah ini

  • Mimisan yang dialami anak dalam seminggu terjadi lebih dari 2 kali.
  • Tidak berhentinya pendarahan pada anak walau sudah ditekan ujung hidung dalam waktu setengah jam.
  • Anak tidak sadarkan diri, sekujur badan pucat dan sulit diajak bicara.
  • Anak muntah-muntah dan batuk.
  • Anak tidak bisa diam dan terkesan panik.
  • Cek juga apakah gejala pendarahan tersebut akibat timbulnya luka lama yang pernah dialami dihidung, misal patah tulang hidung dan luka akibat kecelakaan.

Jika orang tua peka dan memang terlatih untuk mengetahui penyebab anak sering mimisan tentunya usaha untuk pencegahanpun tidak terlalu sulit. Jauhkan anak untuk tidak melakukan aktifitas yang memang merangsang lelah yang berlebihan terhadap anak. (Agen Casino Online)